Salah satu sempalan PSM-ITB yang cukup terkenal sejagat-raya adalah HIMpunan MAhasiswi priGID (free tapi menggiGID) alias Himagid. Tak jelas kapan sempalan yang satu ini berdiri. Yang pasti dia terlahir di balik tirai biru belel di balik lemari berdebu dimana terletak kasur lecek tempat nyi Fufu suka menidurkan dirinya pada saat siboek-siboek-nya begadang yang darimana kemungkinan dalam rangka sebelum pestifal Trisakti.
Ide membentuk Himagid berawal dari aktivitas ukur-mengukur dan lirik-melirik dan juga dalam rangka menanggapi perbincangan para cowo psm yang sering menatap bayangan lekukan beberapa cewe anggota psm yang mendahului langkah para cewe tersebut.
Waktu itu, setelah merasa menemukan kesamaan dalam ukuran dan lekukan, dengan perkecualian seseorang (yang tak bersedia disebut namanya tapi jelaslah teraba dan terpandang mengapa dia terkecuali, hihihi), Mer, Rini, Tiwi, Odhoy dan Susan (all ’89) sepakat untuk membentuk Himagid. Dengan pertimbangan satu, dua, tiga hal dan satu hal lainnya (naon coba?), Mer dikukuhkan sebagai Ketua, Rini sebagai Sekum, Tiwi sebagai Sekretaris, Odhoy sebagai Bendahara dan Susan sebagai Seksi segala sesuatu (lupa nih). Nita 89 kemudian bergabung karena dianggap memenuhi kriteria dalam hal ukuran.
Setelah beberapa saat terbentuk, anggota2 inti Himagid ini secara selektip merekrut anggota-anggota baru dari angkatan2 yang lebih muda. Berhasil terjaring adalah mereka2 yang memiliki ukuran berakhiran minimal B, diantaranya adalah Ira TL’91.
Saat laporan ini dituliskan, ketua Himagid masih dalam keadaan segar bugar dan masih bisa mempertahankan ukuran yang memadai untuk menjadi Ketua serta mempertahankan reputasi Himagid di dunia internasional. Anggota-anggota intipun masih dalam keadaan segar hijau dan ranum. Namun, kebenaran kalimat terakhir ini, sampai saat tulisan ini diturunkan, masih belum dapat dibuktikan.
ttd,
lady day — ketua Himagid of all time

Pingback: Bibi...bibi'....bibik....bibiq « edoen
Pingback: Kapal Keruk | edoen