April 11, 2007...7:08 pm

Bibi…bibi’….bibik….bibiq

Jump to Comments

Bibik? Ya, betul bibik. Bukan bibir yang mengacu pada Bibir Mer. Kadang diucapkan sebagai bibi atau bibi’ pada saat normal dan berubah menjadi bibiiiiiiiiiiq pada saat-saat kritis. Ini adalah salah satu profesi legendaris di PSM-ITB yang selalu dikenang sepanjang hayat oleh para edoeners.

Terdiri dari 4 sosok peyempuan edoen yang sungguh berbeda-beda dan berlainan paras, perawakan, warna kulit, suara, serta ukuran2nya, bibik-bibik ini memiliki kesamaan. Mereka ini sama-sama memiliki jiwa melayani alias terpengaruh babuisme. Menggemari (atau terpaksa dan dipaksa) acara menyetrika dan menyapu adalah salah satu karakter kuat bibik psm. Walaupun sering merasa bahwa daripadanyapun mereka adalah kaum elit, bibik-bibik ini sering bermain di dapur dengan para ujang dan bujang PSM yang daripadanyalahpun adalah official sejati sebangsa Bimo SI 89 dan Aldo EL 89 dan ujang sejati Lukas FA 84.

Profesi bibik muncul di tahun 1990-an, sebelum adanya sebuah festival di Surabaya. Pada waktu itu bibik-bibik tak sempat mengikuti serangkaian latihan-latihan pre-festival tetapi sangat berkobarlah semangat mereka untuk pergi ke Surabaya secara gratis. Tujuan utama bibik-bibik ini tidaklah pernah terungkapkan. Mungkin mereka ingin sekali ke Surabaya untuk menemui bonek-bonek Surabaya.

Tiga dari empat anggota Bibik PSM adalah manusia-manusia Plano 89, yang merasa karir sebagai Bibik jauh lebih menjanjikan ketimbang planolog. Ketiga bibik dari plano ini mengaku kembar. Namun berdasarkan pengamatan yang seksama, disinyalir mereka kemungkinan adalah tiga kembar dampit dibelah kampak.

Bibik plano pertama adalah Rini alias Rintje, yang hobinya adalah menyetrika, mencuci piring dan main bridge. Sulit dicerna apa hubungan antara bridge dengan profesi Bibik. Saking terobsesinya Rini dengan permainan bridge, Rini sering memindahkan kelas-kelasnya ke sekre. Dua tahun setelah menjalani profesi bibik, Rini kemudian mencatat prestasi sebagai Queen of Gambler, selain masih meneruskan aktipitas sebagai anggota kehormatan dan sekum Himagid.

Bibik plano kedua adalah Tiwi yang terkenal sebagai bibik yang paling ramah dan paling pasrah. Dengan senyumnya yang manis, Tiwi memang terlihat selalu pasrah menerima tugas-tugas sebagai bibik. Namun karir Tiwi di PSM lebih dari sekedar ber-bibik-ria, nama Tiwi pernah mencuat dengan munculnya skandal Ogenk di malam hari. Tanpa harus mengeluarkan sepatah katapun, Tiwi bisa membuat Ogenk 91 merasa tertangkap basah menggaruk-garuk kepala salah tingkah. Seperti Rini, Tiwi pun adalah anggota Himagid. Bedanya dengan Rini, Tiwi memang memenuhi kriteria ukuran. Sedangkan Rini memenuhi kriteria …… apa ya….. euh…. ehm….. maksudnya….. ya daripadanya begitulah adanya…

Bibik plano ketiga namanya Yanti, yang adapun lebih sering bersikap kepremanpremanan ketimbang kebibikbibikan. Yang paling sering dia palak adalah Kiki, seorang edoen lainnya yang terjebak antara rasa segan dan cinta pada preman… eh bibik Yanti. Kemungkinan besar Yanti masuk ke tim bibik bukan karena lolos audisi menyetrika tapi karena telah membuat sang Pimpro (siapa sih? Lukas 84?) merasa terancam.* Eh, salah, ternyata memang terbukti Yanti ini bukan bibik….

Bibik ketiga dari Plano yang benar adalah Odhoy Surodhoy bin Desire. Odhoy adalah bibik yang cekatan. Selain pandai menyetrika, rajin menyapu, Odhoy pun pandai memanah dan bergelayut dari satu pohon ke pohon lainnya. Maklumlah, Odhoy ini tinggal di hutan lindung yang agak jauh letaknya dari ITB. Makanya Odhoy sering tidur di PSM, karena perjalanan ke rumah pohon bisa mencapai 5 hari 5 malam. Seperti Tiwi, Odhoy juga secara otomatis masuk sebagai anggota Himagid secara alamiah dan meyakinkan!

Selain plano-plano, ada seorang pencinta pipoledeng, alias perempuan TL 89 bernama Susususususan yang juga tergabung dalam perbibikan. Seorang Himagid sejati yang lebih Himagid dari Himagid, bibik yang satu ini memang menyukai dan menguasai seluk-beluk perbibikan, terutama dalam hal logat dan bahasa bibik. Gaya nganDJoek — bukan djantj**k lho — ala Susan memang terasa pas di telinga…… bibi’. (p.s. ternyata saya membutuhkan waktu berjam-jam untuk menemukan terminologi ‘nganDJoek’).

Demikianlah kisah perbibi’an di PSM-ITB. Eh, ternyata belum.. karena selain ke-4-bibik-sejati ini, PSM juga memiliki dua bibi lainnya.

Status “Bibi Titi Teliti” jatuh kepada seorang tenor yang memiliki banyak bakat, status dan profesi. Beliau adalah seorang balerina, berinitial JWW, yang juga merupakan mahluk jurusan PL daripada angkatan kuna yakni 87. Kata kunci Quiz Pesona 13 untuk JWW adalah “buah-buahan, hijau, alpokat”. Untuk menghasilkan seorang balerina dibutuhkan 0.5 kg mangga + 0.7 kg alpukat + 0.3 kg kesemek + 7 sendok gula pasir + 3 mawar merah.

Sementara itu, bibi’ lainnya adalah tidak berasal dari daerah sekitar sekre PSM (GD, TL, AR, PL dan teman2). Tapi berasal dari jurusan yang kadang bersifat tidak ITB, yakni TI. Dengan gaya yang khas — memutar-mutar sekepal rambut membentuk sebuah gelungan dengan sebuah jepit hitam dikepit oleh bibirnya yang kemudian diikuti oleh lengkingan tinggi mengkaing: “Latihaaaan….latihaaaan……latihaaaan!!!!!” — Bibi Bidasari B Kartika TI 89 memang pantas tak tersaingi dianugerahi gelar Bibik Tutup Pintu.

Sehubungan dengan dunia perbibian, dengan ini saya mewakili para edoeners ingin mengucapkan terimakasih pada para bibi’ yang sudah mengabdikan diri pada PSM sekaligus menetapkan hari ini 11 April — waktu bagian edoen — sebagai Hari Bibi’ se-Dunia.

Demikianlah kisah perbibi’an betul-betul berakhir. Kisah ini adalah bukan fiksi. Kesamaan nama dan karakter adalah sebuah kesengajaan.

salam,

lady day

* maapkan daku, sudah membibik-an Yanti, padahal pan Odhoy. kesalahan ini merupakan kesengajaan, eh maksudnya ketidaksengajaan. bener euy, tidak. terimakasih untuk teh Atoen Soeratoen Hilda Asyiatoen untuk ralatnya.

12 Comments

  • mMer…mMer…mmm..mmm… mmmhh.. aaah…
    kamu emang edoen sejati…
    Cuma, saya koq agak tidak ngeh, karena dalam memoriku salah satu dari bibi PL itu adalah odhoy, bukan yanti.
    Masih cekas dina emutan, bagaimana pengabdian dari Tiwi, Rini, Odhoy.
    Sok mMer dijentrekeun posisi Odhoy dalam percaturan perbibian.

  • teh Atoen… oh betul, Odhoy suroDhoy.. walah, sayah salah. mari sayah betulkan dulu ya…
    nuhun teh! muah muah!

  • wah mer, lu bisa dilabrak odoy karena telah mengeliminasi kehadirannya dari kancah per-bibi-an, sekaligus dilabrak yanti karena memasukkannya ke dalam rombongan bibik.
    sebetulnya emang yang paling bibik dari segala bibik adalah susan, dengan logatnya yang ke-ngandjoek-ngandjoek-an, tapi kasian dia, soalnya orang sering lupa masukkin dia ke rombongan bibik.
    dulu waktu di surabaya, para bibik dari bandung jalan2 di kompleks semolowaru (bener kan?), dan susan-lah yang paling banyak dilirik para bibik lokal dengan pandangan cemburu. nggak jelas cemburunya kenapa.

  • mmmMer ! Curaaaaang!!!
    Abdi haqul yakin pisan bahwa pada naskah asli, alinea tentang Bibik Tiwi ada phrase berbunyi ” yang paling ikal”
    Kunaon jadi menghilang??
    Apa karena kamu tidak yakin tentang rasio ukuran kegalingan Bibi Tiwi dan BiBik Odhoy?

    Ayolah mMer, saya memang udah uzur, but not that uzur.

    Iya kan Rin? Sempat baca naskah edisi perdananya?

  • neng teh Atoen,

    waduh… kata2 sensitip seperti itu mah harus saya hapus pus pus atuh… nanti malah menyulut pertikaian antara Odhoy, Tiwi dan Rini…. eh naha Rini ikut2an nya? Rin, dirimu sudah ikal belum?

    aku tahu dirimu uzur….. dan not that uzur… tapi pan emang uzur…. ngaku ngaku ngaku… hihihi…

  • WHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA……………………….

    mMER,

    Gua gak bisa nahan ketawa baca ini semua……
    Terbayang dengan jelas pengabdian para Bibik yang tak terlupakan…..
    Menyediakan doping – Lo Han Kuo alias Lo Hoek Tjuh, komposisi 1 LoHanKuo = saripati 1 sepeda tua karatan; dan tempat-tempat plastik berisi Madu dan Jeruk Nipis…..

    SusuSusan ke mane yee???
    Ada yang kurang – artikel baru.
    “Para Bibi – di mana mereka sekarang???”

  • Satu hal yang kelewatan: bibik2 ini penyanyi juga.

    Jadi artinya mereka bukanlah menjadi bibik karena keputus asaan atau kepasrahan, tapi karena naluri semata. Dengan motto “kepuasan anda adalah kebahagiaan kami”, tidak bisa dipungkiri bibik2 ini telah menjadi degup jantung PSM. Tentu saja motto itu juga memiliki sub-motto “jika anda puas beritahu teman, jika tidak emangnya aku mbokmu!”

    Salut buat bibik2…

    Soal 11 April jadi hari bibik sedunia, gue setujuh… cuma usul aja kalo bisa dibuat fleksibel dalam rentang plus minus 7 hari.

  • Gileeeeeeeeeeee…………..
    Gue ampe ngakak abis baca tulisan-tulisan ga penting tapi penting itu!!!!!!!
    Itu si Lo Han Kuo sampe sekarang masih ada lho di tempat obat gue, terima kasih buat para ‘bibik’ yang telah mengenalkan gue ama
    Lo Han Kuo

  • Sebetulnya yang menginisiasi Lo Han Kuo adalah sodaranya, tepatnya Lim Ming Hui

  • Gyahahaha.. Mbak Mer.. Sekarang ada bibik baru di PSM’05. Namanya Bibik Rio.. Nama bekennya sih Bibi-Once.. (Saingannya Beyonce). Sayangnya dia ga gitu trampil untuk bidang kerja per-bibik-an seperti menyetrika, nyapu, dan lain sebagainya itu.. Mungkin perlu belajar dari para seniornyah :p

  • Credo,
    Berarti Bik-Once PSM ‘05 harus berguru dulu.
    Mumpung Rini dan Odhoy masih deket mereka pasti mau share ama juniornya yang pengen menimba ilmu (namanya juga bibik ya pasti salah satu job descriptionnya nimba aer sekalian ilmu).
    Salah satu option lain adalah berguru ama Nyi Fufu alias NF. Jaminan mutunya adalah komentar dari Anti untuk Fufu di Buletin PSM 94:
    “You’re a great housekeeper man!”
    Entah maksudnya housekeeper yang kebetulan man (benarkah???), ataukah komplimen karena Fufu habis mindahin barang dalam rangka nyiapin space buat tidur.

  • Waduh, rupanya mer dan atoen tidak melupakan ku…
    makasih ya…
    aku tersenyum sendiri bacanya….


Leave a Reply